Senin, 22 September 2014

111 Mahasiswa STAIM Ikuti OPK




Mempawah-Sebanyak 111 mahasiswa baru Sekolah Tinggi Agama Islam Mempawah (STAIM), Senin (22/9), kemarin, mengikuti orientasi pengenalan kampus (OPK) tahun akademik 2014-2015 di Aula Kampus STAIM du Jalan Raya Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir. Pembuka OPK dibuka, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Mempawah, Zulkifli Salim.
 
Pada kesempatan tersebut, Kadisdikpora, Zulkifli Salim, mengharapkan kepada para mahasiswa STAIM untuk melaksanakan study dengan baik. Serta harus menjaga budi perkerti selaku mahasiswa baik dilingkungan kampus dan masyarakat. 

“Selaku mahasiswa STAIM jagalah moral. Jangan sampai lulus tidak mempunyai akhlak yang baik. STAIM ini, tempat membangun SDM yang baik. Bahkan saya memberiak apresiasi sebesar-besarnya kepada semua yang terlibat dalam kepengurusan STAIM baik lembaga, jajaran dosen serta para mahasiswa dengan kemajuan STAIM sebagai satu-satunya perguruan tinggi yang ada di Kota Mempawah,” katanya.

Sedangkan Ketua Lembaga STAIM, Hj.Ratna Ningsih, juga mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak, khususnya pemerintah yang mendukung penuh berdirinya STAIM.

“Dukungan dari semua pihak sangat diharapkan demi kemajuan STAIM. Karena STAIM merupakan satu-satunya perguruan tinggi yang ada di Mempawah. Bahkan sampai saat ini, jumlah mahasiswa STAIM telah mencapai 276,” katanya.(JoE).

Jumat, 19 September 2014

Mahasiswa Fisip Untan Sebar 300 Masker



Mempawah-Prihatin melihat kondisi kabut asap di wilayah Kabupaten Mempawah. Sejumlah Mahasiswa yang menjalani Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tanjungpura, menyebar 300 masker untuk pengguna jalan. Hal ini, untuk menghindari terinveksinya pernafasan akibat kabut asap, Jumat sore (19/9), kemarin.
 
Koordinator pembagian Masker Aidnin mengatakan, pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian Mahasiswa menyikapi kembali munculnya kabut asap yang semakin tebal menyelimuti wilayah di beberapa Kabupate Kota, sehingga berdampak buruk pada kesehatan masyarakat.

“Pembagian 300 masker sasarannya pengguna jalan. Dengan pembagian masker gratis ini, masyarakat diharapkan terhindar dari dampak penyakit akibat kabut asap seperti ISPA dan lainnya,” kata Aidin.

Ia juga mengimbau kepada ibu hamil, bayi, balita, lansia dan masyarakat yang memiliki riwayat penyakit paru dan pernafasan sedapat mungkin untuk tidak keluar rumah. Kalau pun terpaksa harus keluar rumah, disarankan menggunakan masker. 

“Kita sama-sama berdoa semoga dalam beberapa hari ini akan turun hujan di wilayah Kabupaten Mempawah pada umumnya, sehingga kabut asap berkurang dan hilang,” harapnya.(JoE).

631 KK Terima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya


Mempawah-Kementerian Perumahan Rakyat Republik Indonesia (RI) melalui Satuan Kerja Pemberdayaan Perumahan Swadaya bersama Pemerintah Kabupaten Mempawah, mengadakan Sosialisasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya tahun 2014 di Gedung Kartini Mempawah, Jumat (19/9), kemarin, yang dibuka  Deputi Bidang Perumahan Swadaya Kementerian Perumahan RI, Jamil Ansari dan Wakil Bupati Mempawah, Gusti Ramlana.
 
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Mempawah, Gusti Ramlana, mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Perumahan Rakyat RI, yang telah menyalurkan bantuan stimulan perumahan swadaya bagi masyarakat Kabupaten Mempawah, khususnya di Kecamatan Mempawah Timur.

“Jumlah kepala keluarga yang menerima 631 KK di desa dan Keluarahan se Kecamatan Mempawah Timur. Dengan rincian Desa Sejegi 87 KK, Desa Pasir Panjang 113, Desa Sungai Bakau Kecil 181 KK, Kelurahan Pasir Wan Salim 91 KK dan Desa Parit Banjar 159 KK,” kata Gusti Ramlana.

Namun Ramlana, berharap bantuan stimulan perumahan swadaya masih terus berlangsung, dikarena masih banyak kepala keluarga se kecamatan di Kabupaten Pontianak masih membutuhkan bantuan tersebut.

“Kita berharap bantuan pemerintah pusat untuk mengisi kekurangan, karena masih ada sekitar 1500 rumah yang masih membutuhkan bantuan. Untuk itu, kita masih  mengharapkan bantuan pemerintah pusat,” kata Gusti Ramlana.

Sedangkan Deputi Bidang Perumahan Swadaya Kementerian Perumahan RI, Jamil Ansari, mengatakan setiap kepala keluarga yang menerima bantuan stimulan perumahan swadaya harus mengikuti sosialisasi. Hal ini, dikarenakan agar bantuan tersebut dilaksanakan sesuai aturan dan tidak berdampak hukum kedepannya.

“Penerima bantuan wajib mengikuti sosialisasi, agar mengerti proses dan mekanisme penyaluran dana bantuan stimulan perumahan rakyat ini. Karena dana ini langsung mengalir ke rekening warga yang menerima. Jangan sampai nanti berdampak hukum, karena dinilai melakukan korupsi. Maka wajib bagi penerima mengikuti sosialisasi,” katanya.(JoE).

Kamis, 18 September 2014

Puluhan Tiang Listrik Tumbang

 Hujan Disertai Angin Kencang

Mempawah-Puluhan tiang listrik tumbang di wilayah Kecamatan Sungai Pinyuh dan Anjungan, tepatnya di Desa Galang sebanyak 23 tiang, dan Desa Moton Panjang sekitar 60 tiang. Hal ini, disebabkan hujan disertai angin kencang, Kamis (18/9), kemarin.
 
Menurut salah seorang warga Galang, Nain, tumbangnya tiang tersebut disebabkan angin kencang disertai hujan yang turun sekitar pukul 14.00 WIB. Bahkan angin terlihat seperti puting beliung. Karena berputas disertai gumpalan awan hitam.

“Saat itu saya sedang berada di teras rumah, karena kondisi hujan tidak seperti biasanya. Angin begitu kencang disertai hujan lebat. Setelah melihat kondisi di luar, ternyata angin seperti puting beliung menerpa tiang listrik dan langsung tumbang. Untungnya tiang tidak berada di sekitar pemukiman,” katanya.

Melihat kejadian tersebut, Nian langsung panik, dan dirinya melihat beberapa tetangga yang melihat kejadian serupa juga mengalami hal yang sama. Namun menurut dia, kejadian tersebut tidak berlangsung lama.

“Kurang lebih 10 menit kejadian tersebut terjadi. Memang sangat menyeramkan. Beberapa tetangga ada juga yang menyaksikan, bahkan ada yang terlihat panik. Namun Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa. Usai kejadian, kami langsung menghubungi pihak PLN,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan warga Anjungan, Tri Margono, yang kebetulan melintas di lokasi kejadian. Menurut dia, ada lebih dari 20 tiang listrik yang tumbang di pinggir Jalan Raya Desa Galang-Anjongan.

“Kita sempat panik juga melihat puluhan tiang listrik tumbang di jalan raya. Tadinya saya sedang berkendara dari Mempawah hendak pulang kerumah di Anjongan,” kata Tri Margono.

Wajar saja jika para pengendara dibuat cemas dengan robohnya  puluhan tiang listrik itu. Sebab, tiang yang tumbang hingga menutup jalur kiri jalan dari Sungai Pinyuh-Anjongan. Apalagi pengendara khawatir, tiang yang tumbang masih dialiri listri hingga bukan tidak mungkin akan menyebabkan aliran listriknya dapat membunuh manusia yang menyentuhnya.

“Pasti sangat berbahaya bagi pengendara terutama sepeda motor. Sebab, satu jalur jalan harus tertutup tiang yang tumbang. Jika tidak hati-hati berkendara bukan tidak mungkin tiang dan kabel yang melintang di tengah jalan bisa ditabrak pengendara. Dari informasi warga sekitar tidak ada korban,” bebernya.

Atas kejadian itu, Margono meminta agar pihak berwenang yakni PLN agar segera melakukan perbaikan atas kerusakan tersebut. Mengingat, penerangan sangat dibutuhkan masyarakat dalam mendukung kelancaran aktifitasnya sehari-hari. Kejadian yang disebabkan faktor alam itu hendaknya dapat menjadi bahan evaluasi dan pelajaran dimasa mendatang.

“Kita minta secepatnya dilakukan perbaikan. Karena warga sangat membutuhkan penerangan terlebih pada malam hari. Kepada PLN hendaknya pemasangan tiang listrik tidak terlalu dekat dengan badan jalan. Jika sewaktu-waktu tumbang, tidak mecelakai pengendara dan mengganggu arus lalu lintas,” sarannya.

Sementara itu, Anggota DPRD Dapil Sungai Pinyuh-Anjongan, Sarmadi, menyebut tumbangnya puluhan tiang listrik tersebut sebagai musibah yang disebabkan oleh faktor alam hujan dan angin kencang. Dirinya berharap agar kerusakan itu dapat secepatnya diperbaiki oleh petugas PLN.

“Kalau sudah disebabkan faktor alam, kita tidak bisa berbuat banyak. Hal yang harus dilakukan yakni secepatnya melakukan perbaikan. Tentunya, kita harus belajar dari kejadian ini agar tidak terulang kembali. Mengingat kejadian ini sangat membahayakan keselamatan pengendara dan demi kelancaran akses pelayanan listrik,” tuturnya.

Sementara itu, Heri Fahrizal, dari pelayanan gangguan PLN kantor jaga Sungai Pinyuh, mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan tindakan dilapangan dengan membersihkan tiang listrik dari badan jalan, terutama tiang listrik yang tumbang di daerah Moton Panjang.

“Tiang di Moton Panjang memenuhi badan jalan. Sedangkan tiang yang di Galang meskipun rebah namun tidak sampai ke badan jalan. Itulah sebabnya jalan menjadi macet, makanya kita berupaya amankan tiang di Moton Panjang dulu agar lalu lintas menjadi lancar,” ungkapnya.

Dengan adanya kejadian ini maka berpengaruh terdapat suplai listrik ke beberapa daerah diantaranya Karangan, Pahuman, Toho, Menjalin, Sebadu dan Mandor. Bahkan diperkirakan listrik akan padam selama dua hari. Karena selain membereskan tiang yang tumbang, pihaknya juga harus mengganti material sehingga tiang tersebut berfungsi kembali.

“Makanya kita kerahkan anggota untuk mempercepat pekerjaan. Karena kita ingin secepatnya aliran listrik kembali hidup. Bahkan kita akan mengarahkan Crain untuk mempermudah pekerjaan. Tiang-tiang beton akan diganti besi, sedangkan material akan didatangkan dari pontianak,” tuturnya.(JoE).

Rabu, 17 September 2014

BKD Mempawah Diserbu Pelamar CPNS



Pendaftar  Satpol PP Membeludak
 
Mempawah-Minat pencari kerja untuk menjadi pegawai negsri sipil (PNS) masih sangat besar. Ini dibuktikan membelundaknya pendaftar CPNS di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Mempawah. Dimana sejak Senin (15/9), kemari, BKD Mempawah sudah membuka tahapan penyampaian berkas administrasi lamaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2014. Penerimaan berkas ini merupakan tindaklanjut dari pendaftaran sistem online yang sebelumnya dilakukan pelamar CPNS di situs milik Kemenpan RI.
 
“Saat ini yang mendaftar online diseluruh formasi baik guru, kesehatan dan teknis telah mencapai 1645. Mungkin jumlah ini terus bertambah, sampai penutupan daftar onile 24 September nanti,” kata Kepala BKD Kabupaten Mempawah, Firman Juli Purnama ditemui Kantor Bupati Pontianak, Kamis (18/9), kemarin.

Lanjutnya lagi, selama proses penerimaan berkas di BKD saat ini, formasi teknis Satpol PP menjadi formasi yang banyak memasukan lamaran. 

“Sampai 17 September yang mendaftar ke BKD sudah 135 orang. Dengan rincian formasi guru sebanyak 33 orang, kesehatan 17, Satpol PP 52 orang, sedangan teknis lainnya 33 orang. Untuk persiapan, BKD siap melaksanakan proses penerimaan CPNS, dimana tempat tesnya akan dilaksanakan di SMKN 01 Mempawah Hilir, dengan menyediakan 50 perangkat komputer. Bisa saja membelundaknya jumlah pendaftar proses test bisa mencapai 1 bulan,” kata Firman.

Sedangkan Kasubbid Pengadaan dan Pensiun BKD Kabupaten Mempawah, H Iskandar, mengatakan proses pendaftaran online sudah dimulai 10-24 September. Penyampaian berkas lamaran termasuk print out kartu tanda bukti pendaftaran CPNS secara online yang didapat peserta dari Kemenpan dilakukan mulai 15-30 September 2014. Sedangkan seleksi administrasi dimulai 16 September-1 Oktober.

“Pengumuman verifikasi lamaran 6 Oktober dan pengambilan kartu peserta seleksi CPNS bagi pelamar yang dinyatakan lulus verifikasi administrasi dilaksanakan pada 7-9 Oktober,” ujar Iskandar.

Berdasarkan pantauan koran ini, sejak dua hari terakhir kantor BKD sudah dipadati para pelamar baik yang ingin mendaftar sebagai tenaga kesehatan, guru, maupun teknis. Bahkan menurut informasi, pelamar jabatan Satpol PP yang sudah melakukan registrasi online sudah mencapai 400-an lebih.
Tingginya jumlah pelamar jabatan Satpol PP ini, tak terlepas dari kualifikasi pendidikan yang diperuntukkan bagi tamatan SLTA. Meski alokasi jabatan Satpol PP yang disediakan Pemerintah Kabupaten Mempawah hanya 6 orang, namun tak mengurangi antusiasme para pelamar untuk mendaftar.

“Jarang-jarang bang ada pembukaan CPNS untuk lulusan SMA. Kebetulan ada di Mempawah, saya coba ikut mendaftar,” kata Risa, salahseorang pelamar.

Selain tingginya minat pelamar Satpol PP, tim seleksi BKD Kabupaten Mempawah banyak menemukan kekeliruan data berkas administrasi yang diserahkan para pelamar. Sebagian besar kekeliruan tersebut terletak pada perbedaan identitas baik nama dan alamat di Kartu Tanda Penduduk dengan ijazah yang dimiliki sang pelamar.(JoE).

Pelajari Internet Sehat dan Aman

Mempawah-Maraknya penggunaan internet untuk hal-hal yang tidak produktif dan bermanfaat. Membuat pemerintah Kabupaten Mempawah melalui Bagian Pengolahan Data Elektrobik (PDE) Kabupaten Pontianak, melaksanakan sosialisasi  internet sehat dan aman dalam membangun karakter dan budaya bangsa di Aula Kantor Bupati Pontianak, Kamis (18/9), kemarin. Acara diikuti kepala sekolah tingkat SMA dan SMP sederajat se Kabupaten Pontianak, dibuka Wakil Bupati Mempawah, Gusti Ramlana.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Mempawah, Gusti Ramlana, mengatakan melalui internet sehat dan aman diharapkan bisa menghindari hal-hal negatif seperti membuka situs yang berbau pornografi. Bahkam kejahatan dunia maya, seperti ciber bulliying berupata tindakan pelecahan dan intimidasi melalui media internet.

“Untuk itu, penting bagi sekolah untuk memberikan informasi kepada orang tua dan anak didiknya agar berhati-hati ketika mereka berkenalan di dunia maya. Internet memeang merupakan penyaji informasi yang sangat luas. Namun tidak semua berarti semua unformasi yang disajikan benar dan bermanfaat. Oleh karena itu kita harus waspada dan berperan aktif mengawasi aktifitas berinternet anggota keluarga, utamanya tentu saja anak dan remaja kita yang saat ini memang sudah akrab dengan aktivitas di dunia maya,” kata Gusti Ramlana.

Sedangkan Ketua Panitia, Asisten II Setda Kabupaten Pontianak, Ismail, mengatakan dilaksanakan sosialisasi internet sehat dan aman kepada kepala sekolah diharapkan melalui sekolah dapat mengingatkan anak didiknya untuk tidak menggunakan internet hal yang tidak bermanfaat.

“Peserta dari kalangan kepala sekolah SMA dan SMP sederajat. Melalui ini, diharapkan nantinya di sekolah bisa memberikan penjelasan terhadap penggunaan internet sehat dan aman, sehingga memberikan mafaat dan nilai tambah bagi pelajar di kabupaten Mempawah,” katanya. (JoE).

Rahmad Satria Jabat Pimpinan DPRD Mempawah Sementara



*DPRD Kabupaten Mempawah Resmi Dilantik
 
Mempawah-Melalui rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Mempawah, Rabu (17/9), kemarin, 30 anggota DPRD Kabupaten Mempawah masa jabatan 2014-2019, resmi diambil sumpah dan janji. Sidang paripurna dipimpin Ketua DPRD, Rahmad Satria dengan dihadiri Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya.
 
Acara pengqambilan sumpah dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan "Indonesia Raya". Setelah itu pembukaan rapat paripurna istimewa dibuka Ketua DPRD Mempawah, Rahmad Satria.
Setekah itu, dilanjutkan dengan pembacaan keputusan Gubernur Kalbar oleh Sekretaris DPRD Mempawah, Anwar.  Selanjutnya dilaksanakan pengucapan sumpah dan janji anggota DPRD Kabupaten Mempawah masa jabatan 2014-2019 oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri Mempawah, setelah itu dilanjutkan penandatangan berita acara sumpah dan janji.

Baru dilanjutkan pengumuman pimpinan sementara DPRD Kabupaten Mempawah. Dimana Ketua DPRD Kabupaten Mempawah sementara, Rahmad Satria dari Partai Golkar. Sedangkan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Indrayani dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Dimana pada kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Mempawah Sementara, Rahmad Satria, mengatakan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang mempercayai anggota DPRD Kabupaten Mempawah 2014-2019, serta berpartisipasi aktif dalam pemilu legislatif 2014.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada anggota DPRD priode 2009-2014,  dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya menyerap aspirasi dan melaksanakan tugas kedewanan. Serta KPU dan Banwaslu yang telah melaksanakan proses pemilu sesuai aturan dan Bupati dan Wakil Bupati peserta jajaran sehingga proses pelaksanaan Pemilu berjalan tertib aman dan lancar,” katanya.

Selain itu, Rahmad, juga mengingatkan anggota DPRD Kabupaten Mempawah yang baru dilantik agar melaksanakan tugas dan kewajiban dengan baik, terutama dalam memperjuangan aspirasi masyarakat.

“DPRD Kabupaten Mempawah harus bekerja keras. Saat ini, kita harus secepatnya mempersiapkan keanggotaan fraksi sebagai bentuk perpanjangan partai, serta melaksanakan agenda kedewanaan yang harus segera diselesaikan,” katanya.

Sedangkan Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya, mengatakan legislatif harus bekerjasama dengan eksekutif dan harus sinergis dalam melaksanakan proses pembangunan daerah.

“Pembangunan Kabupaten Mempawah sudah cukup baik. Bahkan sesuai data BPS  tahun 2014, pembangunan Kabupaten Mempawah berada diurut ke 5 dari 14 kabupaten dan kota se Kalbar. Untuk itu, kita dituntut terus memberikan pelayanan terbaik dalam melaksanakan pembangunan demi masyarakat,” katanya.

Selain itu, Christiandy, menghimbau kepada anggota DPRD yang baru mengambil sumpah dan janji agar melaksanakan orintasi kedewanan, sehingga memahami tugas, fungsi dan tanggungjawabnya.

“Selain itu laksanakan  tugas dengan aturan dan undang-undang yang berlaku, agar tidak terjerat kasus korupsi,” katanya.(JoE).