Kamis, 02 Oktober 2014

BLHPBD Antisipasi Kebakaran Hutan





Mempawah-Mengantisipasi dan mengatasi terjadinya kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Mempawah. Badan Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Daerah (BLHPBD), Kamis (2/10), kemarin, melaksanakan sosialisasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Gedung Chandramidi Mempawah, dibuka Wakil Bupati Mempawah, Gusti Ramlana, dan dihadiri Kepala BPBD Kalimantan Barat, TTA Nyarong. 

Kesempatan tersebut, Wakil Bupati Mempawah, Gusti Ramlana, mengatakan pehaman dan pengetahuan masyarakat tentang kelestrian lingkungan sangat penting. Terutama masalah kebakaran hutan dan lahan yang bisa menjadi bencana bagi masyarakat.

“Penanggulangan bencana harus dilaksabakan secara cepat dan efektif, sehingga tidak menimbulkan kerugian dan bencana bagi masyarakat,” kata Ramlana.

Untuk itu, melalui sosialisasi tersebut, Ramlana, menjelaskan merupakan upaya strategis membuka wawasan dan ilmu pengetahuan masyarakat dan anggota Badan Penanggulangan Bencana dalam melaksanakan penanggulagan bencana, khususnya mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.

“Perlu komitmen dan perhatian bersama dalam upaya pencegahan dan penaggulangan bencana. Untuk itu, kita juga sangat mengharapkan dukungan dan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan,” katanya.

Sedangkan Kepala BPBD Kalimantan Barat, TTA Nyarong, mengatakan membakar lahan untuk alasan apa pun, termasuk pertanian, melanggar hukum. Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Barat selalu menyosialisasikan bahaya kebakaran dan juga sanksi hukum pembakaran lahan.

“Kebakaran lahan terus terjadi, selain karena disengaja, juga karena banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa membakar lahan untuk alasan apa pun, termasuk pertanian, melanggar hukum. Bahkan banyak warga yang belum mengetahui tentang adanya aturan hukum itu, misalnya Undang- Undang Nomor 32 Tahun 2009 Pasal 108 tentang Pembakaran Lahan,” katanya.(JoE).

Rabu, 01 Oktober 2014

Amalkan Nilai Pancasila



Mempawah-Bupati Mempawah, Ria Norsan memimpin upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila ke-49 Tahun 2014 di halaman Kantor Bupati Mempawah, Rabu (1/10). Upacara diikuti para pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah, unsur TNI/Polri, para pelajar, dan organisasi kepemudaan di Kabupaten Mempawah.
 
Pada upacara ini dibacakan ikrar kesetiaan kepada dasar negara Pancasila. Naskah ikrar ditandatangani Ketua DPR RI Marzuki Alie, dibacakan oleh ketua sementara DPRD Kabupaten Mempawah Rahmad Satria. 

Dimana Rahmad, menyatakan bahwa sejak diproklamasikannya kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 silam, kerap terjadi rongrongan baik dari dalam maupun luar negeri. Rongrongan tersebut dimungkinkan karena kelengahan bangsa Indonesia terhadap kegiatan yang berupaya menumbangkan Pancasila sebagai ideologi negara. 

“Dengan semangat kebersamaan yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur ideologi Pancasila, bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya negara kesatuan Republik Indonesia. Karenanya bangsa Indonesia berikrar membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan memperjuangkan dan menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia,” tegas Rahmad. 

Hadir pada upacara ini Wakil Bupati Gusti Ramlana, plt. Sekretaris Daerah Firman Juli Purnama, jajaran Muspida Kabupaten Mempawah, dan para pejabat serta pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Mempawah. (JoE).

Selasa, 30 September 2014

MABM Canangkan Gerakan Menanam




Mempawah-Dewan Pengurus Cabang dan Ranting Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Pontianak, Selasa (30/9), kemarin, resmi dilantik Ketua MABM Kabupaten Mempawah, Ria Norsan, di Gedung Kartini Mempawah, yang juga dihadiri Ketua MABM Provinsi Kalbar, Chairil Efendi.
 
Setelah melaksanakan pelantikan Ketua MABM Kabupaten Mempawah, Ria Norsan, juga menyerahkan berbagai jenis bibit tanaman kepada pengurus Dewan Pengurus Cabang dan Ranting DPD disetiap kecamatan untuk melaksanakan gerakan menanam yang dicanangkan MABM Kabupaten Mempawah.

“Pencanangan gerakan masyarakat Melayu menanam, sebagai bentuk perhatian MABM terhadap kondisi alam saat ini. Kita berharap dengan gerakan menanam, bisa menjaga kelestarian lingkungan, serta hasilnya dapat dimanfaatkan anak cucu kita,” kata Ria Norsan.

Sedangkan Ketua Panitia,  Gusti Dudung Suharto, menjelaskan  selain melaksanakan pelantikan serta gerakan menanam, MABM Kabupaten Mempawah juga melaksanakan rapat  kerja daerah, serta seminar bedah buku dengan tema “Hari Jadi Kota Mempawah”, serta sejarah berdirinya kerajaan Mempawah.

“Melalui kegiatan ini, kita juga berharap pengurus MABM Kabupaten Mempawah harus mampu bahkan wajib untuk mengembangkan dan melestarikan kebudayaan dan identitas Melayu di tengah arus globalisasi saat ini. Serta dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung berbagai program pembangunan yang telah dicanangkan Pemda Kabupaten Memnpawah,” katanya.(JoE).

Senin, 29 September 2014

Penyuluh Harus Profesional


Mempawah-Mengisi kekurangan tenaga penyuluh, Pemerintah Kabupaten Mempawah melakukan berbagai upaya dengan mengoptimalkan jumlah penyuluh pertanian yang ada, dengan menerapkan satu Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP) membina 2-4 desa.

“Selain itu, kita juga menumbuhkembangkan penyuluh pertanian swadaya dan mendorong Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi dan Badan Kepegawaian Nasional untuk meningkatkan formasi dan rekruitmen calon Penyuluh Pertanian PNS,” kata Plt Sekda Kabupaten Mempawah, Firman Juli Purnama, mewakili Bupati Mempawah, saat membuka Pembukaan kegiatan Pertemuan Teknis Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan  Tahun 2014 di Aula Wisma Chandramidi Mempawah, Senin (29/9), kemarin, yang dilaksanakan Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluh Kabupaten Mempawah.

Bahkan Firman, menjelaskan dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme penyuluh,  Pemda telah menyelenggarakan Diklat Teknis Agribisnis dan Diklat Fungsional Penyuluhan, Sertifikasi Profesi Penyuluh Pertanian dan Pendidikan Diploma IV Penyuluhan Pertanian. 

“Membangkitkan kembali semangat dan etos kerja para penyuluh di lapangan, Pemerintah secara bertahap meningkatkan prasarana dan sarana penyuluhan seperti dengan pengadaan sepeda motor, pengadaan perangkat Cyber Extension, peningkatan Biaya Operasional Penyuluh (BOP), maupun peningkatan fasilitas kerja lainnya,” ungkap Firman.

Selain itu, Firman, mengatakan kunci keberhasilan terwujudnya target utama pembangunan pertanian adalah gerakan operasional penyuluhan di tingkat desa/kelurahan dan kecamatan, dengan melakukan berbagai upaya dengan peningkatan kapasitas balai penyuluhan sebagai pos simpul koordinasi  pelaksana program pembangunan pertanian tingkat kecamatan.

“Menjamin terlaksananya gerakan operasional penyuluhan di lapangan, Saya berharap kepada semua penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan agar meningkatkan profesionalisme, kualitas SDM, bekerja secara lebih ikhlas dan tekun serta lebih  menjiwai, dengan lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat dan dapat memberikan pelayanan kepada para petani dengan sebaik mungkin. Tidak itu saja, meningkatkan kegiatan pembinaan dan penyuluhan, khususnya kepada para petani sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat,” ungkapnya.(JoE).

Minggu, 28 September 2014

Ribuan Rakyat Gowes Bersama TNI



Supri Bersyukur Dapat Sepeda Motor
 
Mempawah-Ribuan warga Kabupaten Mempawah, Minggu pagi (28/9), kemarin, meramaikan kegiatan bersepeda dengan tema Gowes Bersama TNI-Rakyat Sehat yang dipusatkan di Halaman Makodim 1201/Mempawah. Kegiatan dalam rangkaian acara perayaan HUT TNI ke 69, dilepas langsung Dandim 1201/ Mempawah, Suprayitno, yang  juga dihadiri Wakil Bupati Pontianak, Gusti Ramlana dan Kapolres Pontianak, Hady Poerwanto. 
 
“Sepeda sehat ini, dilaksanakan secara serempak se Indonesia. Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga pelaksanaan Gowes Bersama TNI-Rakyat ini, berjalan dengan tertib, lancar dan aman,” kata Dandim 1201/ Mempawah, Suprayitno.

Selain itu, Suprayitno, melalui kegiatan ini juga lebih mempererat rasa persatuan dan persaudaraan TNI dengan masyarakat.

“Tujuan sepeda sehat ini, selain merayakan HUT TNI ke 69, juga lebih mendekatkan TNI dengan rakyat,” katanya.

Pada acara tersebut, panitia menyediakan doorprize dengan hadiah utama sebuah sepeda motor, tv, kulkas, mesin cuci, sepeda, dan hadiah menarik lainnya. Dimana hadiah utama sepeda motor, berhasil di raih, Supri, warga yang tinggal di Komplek Asrama Suharto Mempawah, yang bekerja sebagai Satpam  Unggal CK 77 Anjongan.

“Saya tidak menduga mendapat sepeda motor, yang pasti saya merasa bersyukur,” kata Supri, sambil mendorong sepeda motornya. (JoE).

Wabup Ingatkan Warga Waspada DBD



Mempawah-Warga Kabupaten Mempawah tampaknya tidak bisa memandang sebelah mata terhadap serangan Demam Berdarah Dengue (DBD). Untuk itu, Wakil Bupati Mempawah, Gusti Ramlana, mengingatkan agar warga harus waspada. 

“Penyebaran DBD sangat marak dan mengkhawatirkan. Apalagi sudah ada korban seperti di daerah Wajok,” kata Gusti Ramlana.

Lanjuntya lagi, penyebaran nyamuk demam berdarah bisa disebabkan kondisi cuaca dan curah hujan yang diikuti dengan genangan air yang akan menjadi sarang nyamuk. Untuk itu, sangat diharapkan  kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan adalah yang paling utama. 

“Masyarakat harus sadar dan memahami tentang bahaya DBD serta cara pencegahannya. Perilaku peduli sanitasi harus ditanamkan. Jika ada warga yang terserang DBD, kita minta warga atau aparatur desa bisa berkoordinasi dengan puskesmas, untuk dilaksanakan fogging,” katanya.

Sedangkan Kamaluddin Tokoh Masyarakat Desa Parit Banjar, Kecamatan Mempawah Timur, memberikan apresiasi terhadap pemerintah daerah yang bergerak cepat melaksanakan fogging diwilayahnya.

“Ada berapa warga kami yang terserang DBD,  bahkan infonya sudah ada satu orang yang meninggal dunia. Maka kami memberikan apresiasi, gerak cepat Pemda melaksanakan fogging di wilayah kami,” katanya.

Selain itu, Jaminah , warga Desa Bakau Besar Laut, Kecamatan Sungai Pinyuh, mengaku tidak menduga anaknya terserang DBD, karena awalnya dianggap demam biasan. Namun setelah mendapat pemeriksaan medis Puskemas Sunga Pinyuh, Jumat (26/9), kemarin, anaknya dinyatakan positif  terserang DBD, sehingga langsung dirujuk ke RSUD Rubini Mempawah untuk mendapat perawatan yang intensif.

“Saya kira demam biasa, sudah tiga hari demamnya tidak turun-turun.  Sempat dibawa ke dokter prakter, dibilang  gejala types. Namun kondisi belum membaik, bahkan semakin lemah. Maka saya bawa Puskesmas, setelah dilakukan pemeriksaan darah ternyata positif DBD,” katanya.(JoE).

Jumat, 26 September 2014

Dukung Peningkatan Produktivitas Pertanian





Panen Raya di Desa Benuang

Mempawah-Pembangunan sektor pertanian tetap menjadi prioritas pemerintah Kabupaten Mempawah. Bahkan Bupati Mempawah, Ria Norsan, menyatakan pemerintah daerah mendukung penuh peningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat tani di Kabupaten Mempawah. Diantara bentuk dukungan tersebut adalah penyediaan alat mesin pertanian sampai pembangunan infrastruktur jalan untuk mempermudah petani membawa hasil pertanian.

“Selain infrastruktur jalan, pemerintah daerah juga berupaya membangun dan memperbaiki sarana irigasi areal sawah milik petani yang rusak atau tidak berfungsi terutama daerah yang menghasilkan padi yang baik. Sehingga saat sawah petani mengalami kekeringan saat musim kemarau, pemerintah daerah siap memprogramkan pembuatan sumur bor atau sumur pompa. Tinggal didiskusikan antara instansi terkait dengan kelompok taninya,” jelas Bupati Mempawah, Ria Norsan, menghadiri panen raya padi sekaligus berdialog dengan masyarakat tani di Desa Benuang, Kecamatan Toho.

Pada kesempatan tersebut, bupati juga meminta Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan (P3K) Kabupaten Mempawah membantu kelompok tani terutama yang dinilai sudah berhasil dan baik dalam mengelola pertaniannya tetapi belum memiliki alat mesin pertanian.

“Bisa dibantu dengan menyediakan alat mesin pertanian seperti hand tracktor, power trasher atau blower yang berfungsi untuk mengeringkan padi. Tujuannya supaya hasil pertanian petani lebih meningkat produktivitas dan kualitasnya,“ ujar bupati.

Terkait dengan produktivitas pertanian petani di Desa Benuang yang mencapai 5 ton perhektare, diharapkan bupati dapat terus ditingkatkan. Jika memungkinkan, petani bisa menerapkan metode hazton seperti yang sudah diterapkan di Desa Peniraman, Kecamatan Sungai Pinyuh. 

“Berkat metode hazton, petani di Desa Peniraman sudah mampu meningkatkan produktivitas padinya menjadi  9-11 ton padi per hektarenya,” ucapnya.

Turut bersama Bupati Ria Norsan saat panen raya di Desa Benuang, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Kalimantan Barat, Djiyanto, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan (P3K), Asfahani Arsyad, Camat Toho, Ya Abdurrani,  Kades Benuang, serta para penyuluh pertanian, dan ratusan petani. (JoE).