Minggu, 05 Oktober 2014

Bupati Mempawah Gelar Makan Saprahan





Usai Shalat Idul Adha 
Mempawah-Usai melaksanakan shalat Idul Adha. Bupati Pontianak, Ria Norsan, melaksanakan makan saprahan di Rumah Dinas Bupati Pontianak, Minggu (5/10), kemarin, yang dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, Kepala SKPD dan Muspida.
 
“Setiap tahun, saya tetap melaksanakan makan saprahan. Ini sebagai bentuk memperkuat silaturrahmi dan kebersamaan,” kata Bupati Mempawah, Ria Norsan.

Lanjutnya lagi, tradisi makan saprahan mengandung makna kebersamaan yang sangat besar, bahkan semangat gotong royong masih sangat kuat tertanam disana sebagi bentuk ciri khas kehidupan masyarakat Indonesia.

“Selain menjalin silaturrahmi, ini, juga bentuk melestarikan tradisi makan saprahan dan semangat gotong royong di Kabupaten Mempawah,” katanya.

Selain itu, Norsan, juga tidak lupa mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha bagi masyarakat Kabupaten Mempawah, khususnya. Serta tidak lupa atas nama pribadi, keluarga dan pemerintah memohon maaf lahir bathin.

“Semangat kebersamaan dan persatuan di Kabupaten Mempawah, harus tetap dijaga dengan baik, demi menjaga ketertiban dan keamanan daerah yang telah berjalan dengan baik,” katanya.(JoE).

Sabtu, 04 Oktober 2014

Bupati Mempawah Panen Buah Naga





Hasil Panen Mencapai Rp 1 Milyar Lebih
Mempawah-Bupati Mempawah, Ria Norsan,  Jumat (3/10), kemarin, melaksanakan panen buah naga yang dikelolah Kelompok Tani Mekar, Dusun Karya Bersama, Parit Lurah, Desa Peniti Besar, Kecamatan Segedong, melalui bantuan dana alokasi pasca bencana yang diperuntukan wilayah Pasca Bencana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2010-2011, untuk memulihkan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana.
 
“Perkebunan buah naga tujuan utamanya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  Awalnya mendapat program ini, sangat sulit sekali. Banyak kendala dihadapi, bahkan programnya harus dipindahkan semula di Desa Pasir. Karena ada berbagau persoalan, maka dipindhakan di Kecamatan Segedong ini. Alhamdullilah, berkat kerjasama dan kekeompakan kelompok tani disini berhasil mengembangan perkebunan buah naga ini,” kata Bupati Mempawah, Ria Norsan.

Bahkan Ria Norsan, mengaku bangga terhadap kelompok Tani Mekar, karena kualitas dam potensi buah naga yang dikelolah kelompok Tani Mekar sangat baik dari daerah lain.

“Rasa buah naganya manis, warnanya juga menarik. Kita berharap, perkebunan buah naga ini bisa bertahan lama. Sehingga perekonomian masyarakat juga  bisa meningkat. Bahkan perkebunan ini, bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” kata Norsan.

Sedangkan Kepala Badan Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (BLHPB) Kabupaten Mempawah, Syahrizal, mengatakan hasil panen buah naga  dari awal tahun 2013 sampai Juli 2014, tercatat mencapai 95,1 ton, dengan luas lahan 20 hakter.

“Panen buah naga sudah beberapa kali dilaksanakan, hasilnya sangat memuaskan.   Bahkan Kepala BNPB, Syamsul Muarif, juga pernah melaksanakan panen buah naga disini. Hasil panen pertahun dari awal tahun 2013 sampai Juli 2014 mencapai 95,1 ton, dengan puncak panen Desember 2013 mencapai 12,2 ton. Dari hasil penjualan, mencapai Rp 1,5 milayar lebih,” kata Syahrizal.

Sedangkan  Kelompok Ketua Kelompok Tani Mekar, Ambo Angka, mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah daerah sehingga masyarakat bisa mengembangan perkebunan buah naga di Desa Peniti Besar, Kecamatan Segedong.

“Kami sudah bisa menikmati hasil perkebunan buah naga. Kami sangat mengucapkan teriam kasih kepada pemerintah daera. Apalagi saat ini, kondisi infrastruktur jalan menuju perkebunan sudah semakin baik, sehingga mempermudah masyarakat mengeluarkan hasil perkebunannya. Jika bisa kami juga masih membutuhkan bantuan mesin pencacah, untuk menghancurkan batang buah naga yang telah dipotong,” katanya.(JoE).

Berkurban Simbol Menyembelih Kesombongan





Mempawah-Organisasi Islam, Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Mempawah, merayakan Idul Adha 1435 Hijriah lebih awal sehari dari yang ditetapkan pemerintah. Sabtu (4/10), kemarin, pengurus Muhammadiyah Kabupaten Mempawah, melaksanakan salat Ied Hari Raya Idul Adha di Halaman Gedung Kartini Mempawah, dengan imam dan khatib,DR Ikhsanuddin, Sekretaris DPW Muhammadiyah Kalimantan Barat.

Pada Khutbah kesempatan tersebut, Ikhsanuddin, mengajak masyarakat mengambil hikmah dari kisah dan perjalan hidup Nabi Ibrahim AS, yang mendapat perintah Allah untuk menyembelih anak kesayanganya Ismail. 

“Makna berkurban sangat besar. Dari sekadar mengorbankan harta kekayaan untuk diberikan kepada orang lain. Juga sebagai bentuk menyembelih nafsu kebinatangan atau sebagai simbul menyembelih kesombongan yang ada didalam diri kita, sehingga kita kembali menjadi manusia yang sebenarnya,” kata Ikhsanuddin.

Sedeangkan Ketua Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Mempawah, Didik Budi Mulya, mengatakan terkait adanya perbedaan, diharapkan tidak membuat masyarakat bimbang atau bingung. Menurutnya kesatuan umat Islam dan tetap mengedepankan toleransi, ukhuwah serta saling menghargai atas perbedaan tetap harus diutamakan. Selain itu, PD Muhammadiyah Kabupaten Mempawah, juga menyebar 12 ekor sapi kurban kepada masyarakat.

“Yang terpenting bagaimana kita harus menyatukan tekad menjadikan momen Idul Adha untuk memerangi kemiskinan. Idul Adha mengajarkan kita untuk menyadari bahwa ada orang lain di sekeliling kita. Ada orang lain yang membutuhkan perhatian dan bantuan dari sesamanya,” ujarnya.(JoE).

Kamis, 02 Oktober 2014

BLHPBD Antisipasi Kebakaran Hutan





Mempawah-Mengantisipasi dan mengatasi terjadinya kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Mempawah. Badan Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Daerah (BLHPBD), Kamis (2/10), kemarin, melaksanakan sosialisasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Gedung Chandramidi Mempawah, dibuka Wakil Bupati Mempawah, Gusti Ramlana, dan dihadiri Kepala BPBD Kalimantan Barat, TTA Nyarong. 

Kesempatan tersebut, Wakil Bupati Mempawah, Gusti Ramlana, mengatakan pehaman dan pengetahuan masyarakat tentang kelestrian lingkungan sangat penting. Terutama masalah kebakaran hutan dan lahan yang bisa menjadi bencana bagi masyarakat.

“Penanggulangan bencana harus dilaksabakan secara cepat dan efektif, sehingga tidak menimbulkan kerugian dan bencana bagi masyarakat,” kata Ramlana.

Untuk itu, melalui sosialisasi tersebut, Ramlana, menjelaskan merupakan upaya strategis membuka wawasan dan ilmu pengetahuan masyarakat dan anggota Badan Penanggulangan Bencana dalam melaksanakan penanggulagan bencana, khususnya mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.

“Perlu komitmen dan perhatian bersama dalam upaya pencegahan dan penaggulangan bencana. Untuk itu, kita juga sangat mengharapkan dukungan dan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan,” katanya.

Sedangkan Kepala BPBD Kalimantan Barat, TTA Nyarong, mengatakan membakar lahan untuk alasan apa pun, termasuk pertanian, melanggar hukum. Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Barat selalu menyosialisasikan bahaya kebakaran dan juga sanksi hukum pembakaran lahan.

“Kebakaran lahan terus terjadi, selain karena disengaja, juga karena banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa membakar lahan untuk alasan apa pun, termasuk pertanian, melanggar hukum. Bahkan banyak warga yang belum mengetahui tentang adanya aturan hukum itu, misalnya Undang- Undang Nomor 32 Tahun 2009 Pasal 108 tentang Pembakaran Lahan,” katanya.(JoE).

Rabu, 01 Oktober 2014

Amalkan Nilai Pancasila



Mempawah-Bupati Mempawah, Ria Norsan memimpin upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila ke-49 Tahun 2014 di halaman Kantor Bupati Mempawah, Rabu (1/10). Upacara diikuti para pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah, unsur TNI/Polri, para pelajar, dan organisasi kepemudaan di Kabupaten Mempawah.
 
Pada upacara ini dibacakan ikrar kesetiaan kepada dasar negara Pancasila. Naskah ikrar ditandatangani Ketua DPR RI Marzuki Alie, dibacakan oleh ketua sementara DPRD Kabupaten Mempawah Rahmad Satria. 

Dimana Rahmad, menyatakan bahwa sejak diproklamasikannya kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 silam, kerap terjadi rongrongan baik dari dalam maupun luar negeri. Rongrongan tersebut dimungkinkan karena kelengahan bangsa Indonesia terhadap kegiatan yang berupaya menumbangkan Pancasila sebagai ideologi negara. 

“Dengan semangat kebersamaan yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur ideologi Pancasila, bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya negara kesatuan Republik Indonesia. Karenanya bangsa Indonesia berikrar membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan memperjuangkan dan menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia,” tegas Rahmad. 

Hadir pada upacara ini Wakil Bupati Gusti Ramlana, plt. Sekretaris Daerah Firman Juli Purnama, jajaran Muspida Kabupaten Mempawah, dan para pejabat serta pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Mempawah. (JoE).

Selasa, 30 September 2014

MABM Canangkan Gerakan Menanam




Mempawah-Dewan Pengurus Cabang dan Ranting Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Pontianak, Selasa (30/9), kemarin, resmi dilantik Ketua MABM Kabupaten Mempawah, Ria Norsan, di Gedung Kartini Mempawah, yang juga dihadiri Ketua MABM Provinsi Kalbar, Chairil Efendi.
 
Setelah melaksanakan pelantikan Ketua MABM Kabupaten Mempawah, Ria Norsan, juga menyerahkan berbagai jenis bibit tanaman kepada pengurus Dewan Pengurus Cabang dan Ranting DPD disetiap kecamatan untuk melaksanakan gerakan menanam yang dicanangkan MABM Kabupaten Mempawah.

“Pencanangan gerakan masyarakat Melayu menanam, sebagai bentuk perhatian MABM terhadap kondisi alam saat ini. Kita berharap dengan gerakan menanam, bisa menjaga kelestarian lingkungan, serta hasilnya dapat dimanfaatkan anak cucu kita,” kata Ria Norsan.

Sedangkan Ketua Panitia,  Gusti Dudung Suharto, menjelaskan  selain melaksanakan pelantikan serta gerakan menanam, MABM Kabupaten Mempawah juga melaksanakan rapat  kerja daerah, serta seminar bedah buku dengan tema “Hari Jadi Kota Mempawah”, serta sejarah berdirinya kerajaan Mempawah.

“Melalui kegiatan ini, kita juga berharap pengurus MABM Kabupaten Mempawah harus mampu bahkan wajib untuk mengembangkan dan melestarikan kebudayaan dan identitas Melayu di tengah arus globalisasi saat ini. Serta dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung berbagai program pembangunan yang telah dicanangkan Pemda Kabupaten Memnpawah,” katanya.(JoE).

Senin, 29 September 2014

Penyuluh Harus Profesional


Mempawah-Mengisi kekurangan tenaga penyuluh, Pemerintah Kabupaten Mempawah melakukan berbagai upaya dengan mengoptimalkan jumlah penyuluh pertanian yang ada, dengan menerapkan satu Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP) membina 2-4 desa.

“Selain itu, kita juga menumbuhkembangkan penyuluh pertanian swadaya dan mendorong Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi dan Badan Kepegawaian Nasional untuk meningkatkan formasi dan rekruitmen calon Penyuluh Pertanian PNS,” kata Plt Sekda Kabupaten Mempawah, Firman Juli Purnama, mewakili Bupati Mempawah, saat membuka Pembukaan kegiatan Pertemuan Teknis Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan  Tahun 2014 di Aula Wisma Chandramidi Mempawah, Senin (29/9), kemarin, yang dilaksanakan Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluh Kabupaten Mempawah.

Bahkan Firman, menjelaskan dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme penyuluh,  Pemda telah menyelenggarakan Diklat Teknis Agribisnis dan Diklat Fungsional Penyuluhan, Sertifikasi Profesi Penyuluh Pertanian dan Pendidikan Diploma IV Penyuluhan Pertanian. 

“Membangkitkan kembali semangat dan etos kerja para penyuluh di lapangan, Pemerintah secara bertahap meningkatkan prasarana dan sarana penyuluhan seperti dengan pengadaan sepeda motor, pengadaan perangkat Cyber Extension, peningkatan Biaya Operasional Penyuluh (BOP), maupun peningkatan fasilitas kerja lainnya,” ungkap Firman.

Selain itu, Firman, mengatakan kunci keberhasilan terwujudnya target utama pembangunan pertanian adalah gerakan operasional penyuluhan di tingkat desa/kelurahan dan kecamatan, dengan melakukan berbagai upaya dengan peningkatan kapasitas balai penyuluhan sebagai pos simpul koordinasi  pelaksana program pembangunan pertanian tingkat kecamatan.

“Menjamin terlaksananya gerakan operasional penyuluhan di lapangan, Saya berharap kepada semua penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan agar meningkatkan profesionalisme, kualitas SDM, bekerja secara lebih ikhlas dan tekun serta lebih  menjiwai, dengan lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat dan dapat memberikan pelayanan kepada para petani dengan sebaik mungkin. Tidak itu saja, meningkatkan kegiatan pembinaan dan penyuluhan, khususnya kepada para petani sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat,” ungkapnya.(JoE).