Selasa, 18 November 2014

Anak Orangutan Ditangkap Warga Sungai Rasau







Mempawah-Warga Desa Sungai Rasau, Kecamatan Sungai Pinyuh, berhasil menangkap seekor anak orang utan Selasa pagi, (18/11), kemarin. Anak orang utan yang ditangkap akhirnya diamankan di kediaman Kades Sungai Rasau, Edward, sebelum Tim BKSDA Provinsi Kalbar mengamankan mengambilkan langkah perawatan anak orang utan tersebut.

Kepala Desa Sungai Rasau, Edward, menceritakan penangkapan berawal dari beberapa warga yang sedang mencari kayu bakar di hutan. Warga melihat anak orang utan sedang menyemberangi parit dalam kondisinya sangat lemah, sehingga warga sangat mudah menangkapnya.

“Warga kami telah mendapat penyuluhan terkait menangani orang utan. Maka saat ditemukan warga kami langsung berkoordinasi dengan aparat desa. Maka sebelum penangkapan, warga terlebih dahulu menghubungi aparat desa. Dan kami berpesan, jika ditangkap jangan dipukul. Jadi warga menangkap hanya dengan cara dikepung saja," kata Edward.

Lanjutnya lagi, mendapat informasi warga menangkap anak orang utan, Eward, juga berkoordinasi dengan Camat Sungai Pinyuh dan Dinas Kehutanan Kabupaten Mempawah untuk ditindaklanjuti penanganan anak orang utan yang telah ditangkap tersebut.

“Kita tahu orang utan, hewan yang dilindungi. Maka kita langsung berkoordinasi dengan camat dan dinas terkait, untuk mengambil langkah selanjutnya," kata Edward.

Sedangkan Kasi Produksi Pengamanan Hasil Hutan Dinas Pertanian, Perikanan, Peternakan dan Kehutanan (P3K) Kabupaten Mempawah, Assamsi, mengatakan mendapat informasi ada orang utan ditangkap, pihkanya langsung menuju lokasi dan melakukan koordinasi dengan BKSDA Provinsi Kalbar.

“Kita mengucapkan terima kasih kepada warga yang memberikan infromasi sangat cepat. Serta tidak melakukan tindakan anarkis saat proses pepangkapan. Saat ini, kita menuggu kedatangan Tim KSDA Provinsi Kalbar," katanya.

Sedangkan Camat Sungai Pinyuh, Syamsul Rizal, mengatakan pihaknya juga telah melaksanakan sosialisasi terkait orang utan di dua desa yaitu Desa Peniraman dan Desa Sungai Rasau, karena sebelumnya dua desa tersebut peranh ditemukan orang utan.

“Di Sungai Rasau, bersama ini sudah dua kali ditemukan orang utan. Maka sebelumnya telah dilaksanakan sosialisasi di Desa Sungai Rasau dan Desa Peniraman,” katanya.

Sedangkan  Asmadi, Tim  Polisi Kehutanan  BKSDA Provinsi Kalbar, mengatakan pihaknya akan memberikan penanagan khusus terhadap orang utan seperti memeriksa kondisi kesehatan, sebelum diserahkan ke pihak karantina di Kabupaten Sintang atau Ketapang.

“Kondisi anak orang utan ini tidak sehat. Untuk itu, setelah ini kita akan membawa ke Dinas Peternakan Provinsi untuk diperiksa kesehatan. Kami sangat mengucapkan terima kasih kepada warga yang cepat berkoordinasi dan tidak melakukan tindakan pemukukan saat menangkap orang utan ini,” katanya.

Rabu, 12 November 2014

Ulama Harus Jadi Panutan Umat





Mempawah-Wakil Bupati Mempawah, Gusti Ramlana, mengatakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) merupakan salah satu Ormas Islam yang besar dikalangan umat Islam yang menjadi mitra kerja pemerintah. Untuk itu, MUI dengan dengan keulamaannya dapat memantau kinerja pemerintah dan dapat melaksanakan program-program pemerintah dalam kegiatan keagamaan khususnya agama Islam.

“Ulama harus dapat mengubah prilaku umat yang cenderung meninggalkan syariat-syariat Islam. Untuk itu, ulama dituntut agar menduduki dirinya sebagai ulama panutan umat dan hindari perbedaan-perbedaan yang menimbulkan kebingungan umat Islam,” kata Ramlana, saat membuka Rakat Koordinasi (Rakor) MUI Kabupaten Mempawah, Rabu (12/11), kemarin, di Aula Kantor Bupati Mempawah.

Bahkan Ramlana, berharap para ulama dapat  memberikan pembinaan dan semangat kepada masyarakat agar senantiasa bekerja dan berbuat  dengan ikhlas semata-mata mengharapkan ridha dan rahmad dari Allah SWT.

“Saya berharap hasil Rakor ini dapat dimplementasikan di lingkungan masyarakat, serta selalu meningkatkan hubungan antar umat beragama di Kabupatem Mempawah. Para ulama juga harus mengikuti perkembangan ajaran-ajaran yang akan menyesatkan umat Islam dan segera diberantas dengan tegas, serta dapat menentukan keputusan yang menyangkut paham-paham yang bertentangan dengan ajaran Islam agar selalu berkoordinasi dengan pemerintah dan aparat keamanan,” kata Ramlana.

Sedangkan Ketua MUI Kabupaten Mempawah, Tusy Rana Rasyid, mengatakan ulama memang harus membimbing umat  dan selalu menjaga kemurnian syariat Islam, terutama mengatasi ajaran-ajaran yang menyimpang.

“Ulama yang mengajarkan syariat yang menyimpang itu bukan ulama. Ulama harus menjaga kemurnian syariat Islam dalam membina dan membimbing umatnya,” katanya.

Minggu, 09 November 2014

Mempawah Berdzikir Bersama Ustadz H. M. Arifin Ilham




Mempawah-Ribuan umat muslim Kabupaten Mempawah, Sabtu (8/11), kemarin, memenuhi Masjid Agung Al Falah Mempawah, menghadiri Tabligh Akbar dan Mempawah Berdzikir bersama Ustadz H. M. Arifin Ilham, dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1436 H/2014 M.
 
Bupati Mempawah, Ria Norsan, mengatakan kegiatan tabligh akbar dan Mempawah berdzikir dimaksudkan memohon doa dan bisa memberikan hikmah bagi umat muslim khususnya Kabupaten Mempawah agar bisa menjadi  muslim  yang lebih baik lagi.

“Mari kita mengmabil hikmah dari tabligh akbar ini, semoga  yang kurang baik, menjadi baik dan kedepan lebih baik lagi. Seperti Shalat lebih baik,memperbanyak amal ibadah. Karena orang yang beruntung yaitu orang yang apabila ibdahnya hari ini lebih baik dari kemarin, hari esok lebih baik dari pada hari ini. Insyah Allah dengan iman yang baik akan mendapatkan keberkahan dari Allah,” kata Norsan.

Sedangkan Ustadz H. M. Arifin Ilham, dalam tausyiah mengatakan Dzikir merupakan makanan rohani yang paling nikmat. Dzikiri memperkuat  hati, akal, meningkatkan kecerdasan, serta menyelesaikan urusan dunia dengan pentunjuk Allah SWT.

“Dzikir itu nikmat, kita selalu mensyukuri nikmat Allah SWT. Lafaz Dzikir membersihkan dosa-dosa yang membuat kita gelisah. Kaum muslimin yang banyak berdzikir kepada Allah disiapkan ampunan dosa dan ganjaran yang mulia dari Allah,” katanya.

Pelaksanaan tabligh akbar dan Mempawah berdzikir berlangsung sangat hikmat, dan sebelum menutup, Ustadz H.M Arifin Ilham, mengajak semua jamaah dzikir berdoa agar masyarakat Kabupaten Mempawah selalu dirahmati Allah SWT.

Senin, 03 November 2014

Pembina Pramuka Harus Kerja




 *Kwarcab Mempawah Gelar KML

Mempawah-Sebanyak 27 peserta Kursus Mahir Lanjutan (KML) Kwarcab Gerakan Pramuka Kaupaten Mempawah, Selasa (4/11), kemarin, telah menyelesaikan masa pelatihan dengan ditutup langsung Ketua Kwarcab Kabupaten Mempawah, Rahmad Satria, di GOR Opu Daeng Manambon.
 
Ketua Panitia KML, Riduan H Wahab, mengatakan seluruh peserta KML dinyatakan lulus 100 persen dan berhak menerima sertifikat  atau ijazah pembinaan untuk golongan pramuka penggalang.

“Seluruh peserta lulus 100 persen. Kita berharap setelah selesai pelatihan ini, para pembina bisa menerapkan ilmu yang didapat  di gugus depan masing-masing,” kata Riduan.

Sedangkan Kak Kwarcab Kabupaten Mempawah, Rahmad Satria, mengatakan peserta KML nanti bisa bisa menjadi pembina pada tingkatan pramuka penggalang. Serta mengharapkan seluruh pembina pramuka se Kabupaten Mempawah untuk terus bekerja memajukan gerakan pramuka di Kabupaten Mempawah.

“Sesuai dengan kabinet kerja Presiden RI. Maka seluruh pembina pramuka harus memiliki semangat kerja yang tinggi. Para peserta KML ini harus serius mendidik anak-anak dan saya berkeyakinan, seluruh pembina yang mengikuti KLM akan merubah pramuka Kabupaten Mempawah lebih maju dan berkualitas,” kata Rahmad.

Karena Rahmad, juga berkeyakinan melalui gerakan pramuka akan menghindarkan generasi muda melakukan perbuatan negatif. Karena pramuka membina keperibadian dan ahlak yang baik sesuai Tri Satya dan Dasa Darma.

“Melalui pramuka mari kita bina ahlak generasi muda, menjadi ahlak yang berkualitas sebagai generasi penerus pembangunan bangsa,” katanya.

Sedangkan Asroji, salah satu peserta KML, mengatakan siap menerapkan ilmu kepramukaan yang didapat selama mengikuti KML untuk membina anak didiknya.

“Alhamdullilah, banya yang kita dapat melalui pelatihan ini. Terutama pembinaan untuk ahlak generasi muda kita, melalui kegiatan kepramukaan,” katanya.

BNN Mempawah Gelar Pentas Seni Pelajar



  
Mempawah-Mengantisipasi peredaran dan penggunaan narkoba di kalangan pelajar. Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Mempawah, Sabtu (1/11), kemarin, melaksanakan Pergelaran Seni Pelajar 2014 sekaligus mensosialisasikan Program Pemberantasan, Penggunaan dan Peredaran Narkoba Gelap Narkoba (P4GN) di Halaman Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Mempawah.  Pergelaran seni yang diikuti pelajar SMA/SMK/MA se Kabupaten Mempawah,  dilaksanakan 4 macam kegiatan yaitu lomba hasta karya, stand up comedy, baca pusi dan pantun. 

Dimana Kepala BNN Kabupaten Mempawah, H. A. Daulay, mengatakan dilaksanakan pesta seni palajar sebagai bentuk usaha BNN melakukan pemberantasan dan pencegahan peredaran narkoba di kalangan pelajar. Karena seperti diketahui usia pelajar atau remaja merupakan masa transisi yang berarti masa pencarian jati diri dengan rasa keingintahuan yang tinggi untuk mencoba sesuatu yang baru. 

“Penggunaan narkoba di lingkungan pelajar yang paling rawan terjadi adalah di tingkat SMP dan SMA. Di tahap awal biasanya siswa mencoba untuk belajar merokok. Jika anak sudah mulai bisa merokok, biasanya mereka akan tertarik untuk mencoba mengonsumsi narkoba,” katanya.

Untuk itu, meminimalisir penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar ini, BNN Kabupaten Mempawah gencar membentuk kader anti narkoba dikalangan pelajar dan tes urine di sekolah-sekolah khususnya di tingkat SMA dan SMK. 

“Pagelaran seni pelajar merupakan strategi yang sangat efektif sebagai salah satu kampanye pencegahan penggunaan narkoba di kalangan pelajar.  Sekaligus mengajak para pelajar terus melakukan kegiatan-kegiatan positif yang menghasilkan prestasi, sehingga pelajar tidak tertarik untuk mencoba dan melakukan penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.

Sedangkan Kepala Bidang Pendidikan Formal dan Informal, Ichwanto, mewakili Kadis Dikpora, mengatakan sangat mendukung  program BNN Kabupaten Mempawah. Karena Narkoba merupakan racun yang dapat merusak mental dan kepribadian generasi muda Indonesia. 

“Pemberantasan narkoba harus dilakukan bersama-sama. Saya rasa semua lapisan masyarakat yang merespon positif kegiatan BNN ini. Kita berharap Kabupaten Mempawah ini, bisa bebas dari penggunaan narkoba yang dapat merusak generasi bangsa,” katanya.